Kamis, 19 Januari 2012

Masih ada anggota DPR yang "goblog"

Berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh kursi, maka setelah didapat, yang ada dibenak pikiran sebagian anggota DPR adalah mendudukinya. Agar nyaman, ya tentunya harus kursi yang terbaik, bila perlu dengan mengimpor dari negerinya Angela Merkel. Tidak masalah harganya Rp 24 juta satu buah, yang mungkin setara dengan kursi untuk sekolah di pinggiran untuk beberapa kelas.
Inilah yang menjadi  biang persoalan saling tuding antara Setjen dan Banggar DPR. Logikanya Setjen tidak mungkin membuat kebijakan yang menyimpang dari aturan tanpa arahan atau petunjuk dari DPR, karena mereka hanya pelaksana, bukan pembuat kebijakan. Ya, itulah watak sebagian anggota DPR yang belum bisa keluar dari pola-pola lama menyimpang yang memanfaatkan aji mumpung, yang ujung-ujungya untuk kepentingan dan kesenangan pribadi, sambil mencari rente atau sampingan fulus untuk kantong pribadi.
Kondisi ini menandakan bahwa mereka masih belum menyadari posisi yang pas dan pantas buat mereka. Kalau menyitir ungkapan Dalang Asep Sunandar Sunarya dalam sebuah lakon Wayang Goleknya, mereka masih "Goblog", Kata goblog mengacu kepada kondisi yang "gogoblogan" artinya masih longgar atau belum pas. Ibarat memakai baju yang longgar, sehingga "gogoblogan", alias gedean. Sampai kapan kondisi ini akan berubah ? Hanya Tuhan yang tahu. Wallahu alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Plagiat ala calon Profesor

Pengajuan calon guru besar dari Universitas Pendidikan Indonesia ke Dirjen Pendidikan Tinggi ditolak. Alasan penolakan karena salah satu dar...